JawaPos Radar | Iklan Jitu

Hentikan Shutdown, Trump Siap Berlakukan Darurat Nasional Demi Tembok

16 Februari 2019, 17:16:36 WIB
shutdown, pemerintah as shutdown, as, trump, tembok,
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, ia telah menandatangani pencegahan terjadinya shutdown atau penutupan pemerintah. Namun ia siap memberlakukan status darurat nasional (AFP)
Share this

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan,  ia telah menandatangani pencegahan terjadinya shutdown atau penutupan pemerintah. Namun ia siap memberlakukan status darurat nasional. Hal ini dilakukan untuk membangun tembok perbatasan antara AS-Meksiko.

Membangun tembok adalah janji utama kampanye Trump, tetapi Demokrat menggambarkan langkah itu sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Demokrat mengatakan, mereka akan menantang langkah Trump di pengadilan.

shutdown, pemerintah as shutdown, as, trump, tembok,
Kelompok advokasi liberal, Public Citizen, menggugat atas nama cagar alam dan tiga pemilik tanah Texas yang diberitahu tembok itu mungkin dibangun di atas properti mereka (Reuters)

Deklarasi darurat nasional akan memberi Trump akses ke miliaran dolar untuk proyek tembok perbatasan AS-Meksiko. Membuat pengumuman di Gedung Gedung Putih, Trump mengatakan, keadaan darurat akan memungkinkan dia untuk mendapatkan hampir USD 8 milyar untuk membangun tembok.

Uang itu diharapkan akan dialihkan dari proyek konstruksi militer dan upaya untuk memerangi perdagangan narkoba. "Kami akan menghadapi krisis keamanan nasional di perbatasan selatan kami," kata Trump dilansir dari BBC.

"Kami mengalami invasi obat-obatan, invasi geng, invasi manusia, dan itu tidak dapat diterima," tambahnya.

Tetapi Trump menerima kemungkinan ia akan dituntut atas tindakan tersebut, dan meramalkan bahwa perintah darurat akan mengarah pada tindakan hukum yang kemungkinan akan berakhir di Mahkamah Agung. Dalam beberapa jam, tantangan hukum pertama terhadap deklarasi darurat nasional diluncurkan.

Kelompok advokasi liberal, Public Citizen, menggugat atas nama cagar alam dan tiga pemilik tanah Texas yang diberitahu tembok itu mungkin dibangun di atas properti mereka.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini