JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ilmuwan Sebut Paus Bungkuk Rentan terhadap Perubahan Iklim

16 Februari 2019, 16:40:06 WIB
paus bungkuk, perubahan iklim, penguin, pemanasan global,
Mereka menemukan bahwa hewan yang terkait erat dengan es untuk mencari makan atau berkembang biak berisiko tinggi akibat perubahan iklim, seperti paus bungkuk (Ocean Wide Expeditions)
Share this

JawaPos.com - Tim ilmuwan dari British Antartic Survey melakukan penelitian untuk mengidentifikasi spesies laut yang akan bertahan hidup atau mengalami kesulitan bertahan akibat dari perubahan iklim di Antartika. Faktor risiko ditetapkan berdasarkan dampak dari perubahan iklim termasuk kenaikan suhu, berkurangnya es, dan perubahan ketersediaan makanan.

Sebanyak 27 spesies laut dipertimbangkan dalam penilaian ini untuk memberikan gambaran tentang keanekaragaman hayati laut Antartika yang dapat berubah. Mereka menemukan bahwa hewan yang terkait erat dengan es untuk mencari makan atau berkembang biak berisiko tinggi akibat perubahan iklim, seperti paus bungkuk dan penguin.

Seperti dilansir British Antartic Survey, predator dasar laut seperti bintang laut, landak laut serta hewan yang mencari makan di perairan terbuka seperti ubur-ubur akan mendapat manfaat dari pembukaan habitat baru dan persediaan makanan.

paus bungkuk, perubahan iklim, penguin, pemanasan global,
Penguin juga disebut rentan terhadap perubahan iklim (Reuters)

Penguin Kaisar digolongkan rentan terhadap perubahan iklim karena mereka berkembang biak di es laut dan rak-rak es. “Salah satu sinyal terkuat dari perubahan iklim di Antartika Barat adalah hilangnya laut es, gletser yang surut, dan hancurnya lapisan es," kata Ahli Biologi Kelautan Simon Morley dari British Antartic Survey.

Dia menambahkan, hal ini akan mempengaruhi perairan dangkal terlebih dahulu. Menantang hewan yang hidup di habitat ini dalam waktu dekat.

Sementara tim survei menunjukkan, banyak spesies laut Antartika akan mendapat manfaat dari pembukaan area baru dasar laut sebagai habitat, mereka yang terkait dengan laut es yang sangat berisiko.

“Paus kanan selatan memakan copepoda, kelompok plankton yang terkait dengan perairan terbuka. Oleh karena itu, ketika jumlah es menyusut dan laut es berkurang volumenya, jenis paus ini cenderung diuntungkan. Salp dan ubur-ubur kemungkinan akan mendapat keuntungan juga," kata Ahli Ekologi Laut Mike Dunn.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Alur Cerita Berita

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini