JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ratusan Tanda Penyihir Ditemukan di Gua Inggris

17 Februari 2019, 06:15:59 WIB
tanda penyihir, sihir, inggris,
Ratusan tanda penyihir ditemukan di gua-gua di perbatasan antara Nottinghamshire dan Derbyshire, Inggris. Beberapa orang berpikir untuk menamakannya menjadi pintu masuk neraka (Sky News)
Share this

JawaPos.com - Ratusan tanda penyihir ditemukan di gua-gua di perbatasan antara Nottinghamshire dan Derbyshire, Inggris. Beberapa orang berpikir untuk menamakannya menjadi pintu masuk neraka.

Tanda itu dimaksudkan untuk menghentikan roh jahat, kata para ahli, dan dianggap sebagai koleksi terbesar di satu tempat di Inggris. Tanda penyihir paling sering ditemukan di gereja-gereja dan rumah-rumah tua, sering di dekat jendela, pintu dan perapian untuk menangkal roh jahat.

Mereka juga dikenal sebagai tanda 'apotropaic', dari kata Yunani apotrepein, yang artinya 'untuk berpaling'. Tanda-tanda itu ditemukan di gua-gua di Creswell Crags. Salah satunya dikabarkan pernah menjadi tempat persembunyian Robin Hood dan sebelumnya dianggap grafiti.

tanda penyihir, sihir, inggris,
Tanda penyihir paling sering ditemukan di gereja-gereja dan rumah-rumah tua, sering di dekat jendela, pintu dan perapian untuk menangkal roh jahat (Shutterstock)

Tanda-tanda itu mungkin mengindikasikan keinginan untuk memperkuat perlindungan terhadap roh-roh jahat dalam menanggapi kematian, penyakit yang tak terduga dan tanaman yang buruk.

Ratusan tanda juga ditemukan di salah satu gua di Creswell Crags, yang juga berisi seni gua paling awal di Inggris, ada gambar burung, rusa, bison, dan kuda berusia 13.000 tahun.

"Saya pikir selama kurun waktu tertentu lubang ini dihubungkan dengan serangkaian peristiwa, penyakit, atau kegagalan panen sampai pada titik di mana mereka berharap tanda itu akan melindungi mereka," kata Direktur di Creswell Crags, Paul Baker dilansir dari Sky News, Jumat (15/2).

"Tetapi mereka jelas merasa bahwa apa pun yang ada di dalamnya sangat kuat sehingga mereka harus terus kembali untuk menambahkan lebih banyak tanda."

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : Verryana Novita Ningrum

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini