JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jerman Kecam Serangan Bom Bunuh Diri di Kashmir

17 Februari 2019, 05:10:59 WIB
teror, serangan bom bunuh diri, kashmir,
Sedikitnya 41 serdadu dan anggota polisi cadangan India tewas di Kashmir, setelah seorang pengebom bunuh diri meledakkan kendaraannya yang bermuatan bahan peledak ke konvoi mereka (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Sedikitnya 41 serdadu dan anggota polisi cadangan India tewas di Kashmir, setelah seorang pengebom bunuh diri meledakkan kendaraannya yang bermuatan bahan peledak ke konvoi mereka.

Sedikitnya 41 serdadu dan polisi cadangan dari Central Reserve Police Force (CRPF) India tewas dan banyak lainnya terluka dalam serangan bunuh diri di kawasan Kashmir hari Kamis (14/2). Seorang pelaku pembom bunuh diri meledakkan mobilnya yang dipenuhi bahan peledak di samping konvoi mereka. India menuduh Pakistan berada di belakang serangan bunuh diri itu.

Perwira polisi senior Muneer Ahmed Khan mengatakan, serangan bunuh diri itu terjadi di jalan raya utama pada hari Kamis, ketika konvoi mencapai kota Lethpora di pinggiran kota Srinagar. Dia mengatakan satu bus hancur dan setidaknya lima kendaraan lainnya rusak akibat ledakan itu.

Dia menjelaskan, tentara dan bala bantuan polisi memang dikerahkan di daerah itu untuk menghadapi pemberontakan. Seorang pejabat militer menyatakan, dalam konvoi itu setidaknya ada 35 anggota militer.

Juru bicara CRPF Sanjay Sharma mengatakan, banyak anggotanya yang cedera dan berada dalam kondisi kritis. "Ledakan itu sangat kuat, sehingga orang tidak bisa mengenali lagi apakah kendaraan itu bus atau truk. Hanya tinggal potongan-potongan baja yang hancur dari kendaraan," katanya.

India tuduh Pakistan terlibat

Media setempat melaporkan, kelompok Islam Jaish-e-Mohammed sudah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Kantor kementerian luar negeri India menggambarkan kelompok itu sebagai "organisasi teroris yang berpusat di Pakistan dan mendapat dukungan". India menuntut Pakistan untuk "berhenti mendukung teroris dan kelompok teror yang beroperasi dari wilayah mereka."

Para pejabat India menyatakan hari Jumat (15/2) ada "bukti-bukti yang tidak dapat dibantah" bahwa Pakistan memiliki "tangan langsung" dalam serangan itu dan menjanjikan tanggapan yang keras.

Setelah serangan itu, India menyatakan akan mencabut status "mitra perdagangan" yang telah mereka berikan kepada Pakistan. Menteri Keuangan Arun Jaitley mengumumkan, pihaknya akan mengambil semua langkah diplomatik "untuk memastikan isolasi lengkap (Pakistan) dari komunitas internasional,".

Pakistan menolak tuduhan itu dan menyatakan mereka tidak terlibat sama sekali. "Kami sangat menolak tuduhan oleh unsur-unsur di media India dan pemerintahnya yang berusaha menghubungkan serangan itu dengan Pakistan tanpa penyelidikan apapun," kata kementerian luar negeri Pakistan.

Jerman kecam serangan bunuh diri

Kantor Luar Negeri Jerman mengecam insiden di Kashmir itu dan menulis di Twitter: "Kami mengutuk terorisme dalam segala bentuknya. Jerman mendukung mitra strategisnya India."

Kawasan Kashmir yang selama ini jadi sengketa antara India dan Pakistan mengalami banyak pengeboman mobil dari tahun 2000 hingga 2005, yang menimbulkan banyak korban pada pasukan India.

Pengeboman mobil besar yang terakhir dari kelompok teror Jaish-e-Mohammed dilakukan tahun 2001 dekat gedung parlemen di Srinagar. Serangan itu menewaskan 40 orang, termasuk tiga pengebom bunuh diri.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : hp/ts (afp, rtr, ap)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini