JawaPos Radar | Iklan Jitu

Santri Gelar Aksi Bela Mbah Moen, Jubir: Kami Bukan Orang Bodoh

11 Februari 2019, 22:10:56 WIB
Mbah Moen
Sejumlah santri ketika menggelar aksi bela Mbah Moen di Kudus. (Doni Setiyawan/Radar Kudus)
Share this

JawaPos.com - Ribuan santri dari pondok pesantren di Kudus menggelar aksi di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (8/2) lalu.

Aksi dari para santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Bela Kiai ini merupakan buntut dari puisi politikus Gerindra, Fadli Zon berjudul ’Doa yang Tertukar’. Puisi itu dinilai menyudutkan KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen.

Juru Bicara dan Koodinator Aksi M Sa’roni mengatakan, kiai merupakan panutan bagi masyarakat khususnya para santri. Menurutnya, jika ada politikus menghina kiai, sama saja dengan menghina santri.

Bantahan Fadli bahwa dia tidak bermaksud menghina Mbah Moen, merupakan bentuk ketakutan sekaligus ingin lepas dari tanggung jawab.

"Walaupun Fadli sudah memberikan penjelasan, tetapi para santri bukanlah orang bodoh dan yang tidak bisa membaca kias siapa yang dituju,” tutur Sa’roni melalui siaran tertulisnya, Senin (11/2).

Dia menegaskan, ungkapan dalam puisi tersebut jelas menyayat kaum santri. Sebagai seorang politikus sekaligus publik figur seharusnya Fadli Zon, menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

“Entah mungkin politikus tersebut tidak pernah mengaji," kata Sa'roni menyindir.

Menurut dia, Fadli Zon seharusnya mengedepankan etika atau adab dalam berpolitik, jika memang semua tujuan politik ini adalah demi membangun bangsa Indonesia lebih baik.

“Ketika elite politik menghalalkan segala cara dalam rangka merebut kekuasaan maka yang menjadi gerakannya bukan lagi nalar pikir yang sehat sesuai koridor agama melainkan nafsu politik yang berlandaskan emosi, sehingga yang muncul adalah ujaran kebencian,” tegasnya.

Karena itu, dia meminta Fadli Zon dan kelompoknya untuk memberikan politik yang santun dan beradab kepada masyarakat agar bangsa ini damai dan rukun dalam persatuan di kebinekaan.

"Jangan jadikan agama sebagai komoditas politik sehingga terjadi pelecehan dalam beragama,” pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up