JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Jokowi Disebut Grusak Grasuk Bangun Infrastruktur, Ini Kata Bos MRT

MRT: Proyek Kami Sudah Punya FS Sejak 1990

17 Februari 2019, 22:58:50 WIB
Jokowi Disebut Grusak Grasuk Bangun Infrastruktur, Ini Kata Bos MRT
Presiden Jokowi dalam debat kedua capres 2019. (Fedrik Tarigan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pernyataan Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa infrastruktur yang dibangun selama empat tahun terakhir tanpa studi kelayakan (feasibility study/FS), direspons oleh jajaran direksi MRT dan LRT. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar membantah jika proyek MRT di Jakarta tidak dilengkapi dengan Feasibility Study yang seperti Prabowo ungkapkan. Dia meyakinkan bahwa FS proyek MRT sudah ada sejak 1990.

"MRT sudah ada FS-nya dong. Semua lengkap. Ini proyek Indonesia-Jepang. Harus ada FS, amdal dan lain-lain juga sudah lengkap. FS untuk MRT dibantu JICA," ujar William.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin menjelaskan lebih lengkap. Dia menjelaskan beberapa study awal MRT Jakarta sudah diselesaikan secara bertahap bekerjasama dengan JBIC (Japan Bank for International Cooperation). Yaitu sebagai berikut:

1. Implementation Program (IP) for Jakarta MRT System Utara Selatan yang dilaksanakan oleh Departemen Perhubungan pada 2004.

2. Revised Implementation Program (Revised IP) for Jakarta MRT System Utara Selatan yang dilaksanakan oleh Departemen Perhubungan pada 2005.

3. “Pilot Study for Project Formation (Traffic Improvement Project in Greater Jakarta Metropolitan Area)’’ yang dilaksanakan oleh Tim Konsultan JBIC pada 2005.

4. Tim SAPROF (Special Assistance for Project Formation) JBIC mulai bekerja pada 2005.

Pernyataan Prabowo pun dibantah oleh Direktur LRT Jakarta Iwan Takwin. Menurutnya, LRT dibangun sudah sesuai dengan prosedur dengan dilengkapi FS. Bahkan, studi kelayakan itu sudah diselesaikan sejak 2015 lalu.

"Oh, ya sudah pasti ada. Sudah lama (FS) ada untuk LRT," jelasnya.

Menurutnya, kawasan depo kereta ringan atau LRT sebesar 10 hektar di Kelapa Gading, Jakarta Utara pasti memerlukan FS. Feasibility Study pun harus diselesaikan jauh sebelum proyek pembangunan dimulai.

"Sudah lama banget FS itu dikerjakan, mana mungkin untuk menyediakan lahan 10 hektar lebih di Jakarta, di tengah kota. Mencari lahan sancta sulit," tegasnya.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Wildan Ibnu Walid

Alur Cerita Berita

TKN: Tidak Benar Jokowi Gunakan Earpiece 17 Februari 2019, 22:58:50 WIB
Keriuhan Pendukung Perlu Dievaluasi 17 Februari 2019, 22:58:50 WIB
Sandiaga Absen, Prabowo Ditemani Titiek Soeharto 17 Februari 2019, 22:58:50 WIB
Debat Kedua, Jokowi Ditemani Kahiyang dan Suami 17 Februari 2019, 22:58:50 WIB
Punya Cara Berbeda Beri Dukungan 17 Februari 2019, 22:58:50 WIB
Jokowi Fokus Substansi, Prabowo Tampil Orisinal 17 Februari 2019, 22:58:50 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini